Showing posts with label Akademisi. Show all posts
Showing posts with label Akademisi. Show all posts

Sunday, July 13, 2014

Ratna Sofiana Owner Jogja Smart Bimbingan Belajar

Siapa sangka keterbatasan membuatnya makin kreatif, bukannya malah berhenti ditengah jalan akan tetapi ia justru terus melaju untuk mencapai cita-citanya menjadi seorang sarjana yang berprestasi dan memiliki penghasilan sendiri dari lembaga bimbingan belajar yang didirikannya di Jogyakarta tanpa harus mengandalkan kiriman orang tuanya di kampung halaman.

Dengan dalih belum genap berusia 17 tahun saat lulus aliyah, Ratna Sofiana alumni Attanwir tahun 2008 ini tidak diizinkan orang tuanya untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Akan tetapi, karena tidak ingin menganggur pasca lulus aliyah, ia pun akhirnya memutuskan untuk belajar bahasa Inggris terlebih dahulu di Pare, Kediri selama kurang lebih setahun. Berbekal keahliannya dalam bahasa asing tersebut, akhirnya Ratna mendapatkan tawaran untuk mengajar di salah satu SMA swasta yang ada di Grobogan, Jawa Tengah.

Saturday, May 10, 2014

Afifatul Munjidah, Menangkan Dua Penghargaan di Festival Colour of The World Malaysia Bersama Rampoe UGM



Dapat memperkenalkan dan menampilkan budaya Indonesia di kancah Internasional merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Terlebih lagi, apa yang telah ditampilkan tersebut mendapat aspresiasi yang lebih. Dua penghargaan sekaligus dapat diraihnya bersama Rampoe UGM, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta tempatnya melanjutkan pendidikan formal selepas lulus dari MA Islamiyah Attanwir pada tahun 2013 kemarin.

Thursday, April 17, 2014

Uun Nasikhun Dari Attanwir Sampai Al Azhar, Kairo, Mesir



Sempat mengenyam pendidikan informal bahasa Inggris selama setahun di Pare, Kediri pasca lulus dari Attanwir, Uun Nasikhun tak pernah berencana untuk melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Terlebih lagi, menjadi mahasiswa di salah satu universitas tertua dan ternama di dunia, Al Azhar University, Kairo, Mesir. Keberuntungannya tersebut berawal dari kebimbangan hatinya menjelang studi akhirnya saat di Pare. Waktu itu, Uun mendapat tawaran untuk mengajar di beberapa lembaga pendidikan sebagai guru bahasa Inggris. Namun, sang Ibunda, Hj. Niswatin tidak berkenan apabila anak keduanya tersebut langsung menjadi guru. Ibundanya lebih ridho apabila ia melanjutkan belajarnya ke jenjang S1 dan menjadi seorang sarjana terlebih dahulu. Saat itulah, ia mendapatkan informasi dari teman kursusnya selama di Pare bahwa ada tes masuk perguruan tinggi di Mesir. Ternyata, perguruan tinggi yang di maksud tersebut adalah  Al-Azhar University.

Dari informasi tersebut, akhirnya ia memutuskan untuk mencobanya dengan mengikuti serangkaian ujian masuk Al Azhar University melalui perwakilannya di Indonesia. Diantaranya yakni, tes tulis yang meliputi pembahasan qowaidhul lughoh, fiqh dan mengarang. Sementara untuk tes selanjutnya berupa hafalan Qur’an satu juz awal serta muhadasah.

Wednesday, February 12, 2014

Ita Aristia Saida, Dulu di Kelas Non Unggulan, Kini Dia Calon Magister

Meski bukan berasal dari kelas unggulan semasa masih belajar di Attanwir, Ita Aristia Saida atau biasa dipanggil dengan sebutan Tya ini mampu melanjutkan pendidikannya sampai ke jenjang S2. Hebatnya lagi pendidikan pasca sarjananya ini ia dapatkan tanpa kendala berarti dan langsung diterima masuk di program pasca sarjana pendidikan IPS di UNESA berkat keaktifannya dalam mengikuti proyek-proyek di bidang studi sosial, khususnya yang berkaitan dengan bidang ilmu Gografi.

Termotivasi dengan cara mengajar guru geografinya semasa di Attanwir yang dianggapnya begitu menarik, Tya remaja menjatuhkan pilihannya pada bidang ilmu Geografi saat hendak melanjutkan pendidikannya di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Beruntungnya lagi, dia merupakan satu dari dua orang yang terpilih masuk universitas tersebut melalui jalur PMDK (Penelusuran Minat dan Bakat) yang diselenggarakan oleh pihak universitas.

Thursday, February 6, 2014

Anadiyatul Ulfa Lulus Memuaskan Berkat Ekstrak Dahan Sirsak



Sebuah langkah telah usai
Sebuah cita telah tercapai
Namun……..
Itu bukan akhir dari perjalanan
Melainkan awal dari perjalanan berikutnya
Karena di setiap akhir, datang awal yang baru

Begitulah kiranya apa yang dialami oleh Anadiyatul Ulfa, alumni Attanwir tahun 2009 yang saat ini tengah menunggu moment-moment paling membahagiakan selama empat tahun menempuh jenjang S1nya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan penuh perjuangan. Dara cantik kelahiran Margoagung, Bojonegoro ini menceritakan ihwal studinya yang penuh dengan tantangan sampai akhirnya berhasil menyelesaikan tugas akhirnya dengan hasil cukup menggembirakan.

Berangkat dari latar belakang pendidikan di sekolah agama, memilih kimia merupakan langkah yang cukup berani. Sebab, tak banyak lulusan madrasah yang mau mengambil risiko untuk melanjutkan jenjang S1nya pada ilmu-ilmu umum, terlebih lagi bisa dikatakan kimia adalah salah satu momok yang paling menakutkan siswa saat masih duduk di bangku aliyah. Kebanyakan, mereka mengambil jurusan yang linear dengan background pendidikannya semasa di madrasah dulu. Misalnya saja, Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menjadi pilihan rata-rata lulusan madrasah. Kalau tidak begitu, mereka melanjutkan jenjang S1nya di fakultas sastra maupun fakultas-fakultas lainnya yang tak jauh dengan ilmu-ilmu di madrasah.

Monday, February 3, 2014

M. Nur Hidayat Peraih Wisudawan Terbaik dengan IPK Camlaude

Mengaku pernah tidak mengikuti perkuliahan pada saat hari pertama masuk kuliah gara-gara tidak tahu jadwal perkuliahannya, M. Nur Hidayat alumni Attanwir tahun 2008 ini meraih predikat camlaude saat akhir masa belajarnya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan skripsinya yang berjudul “Otoritas Pemerintah Dalam Penetapan Awal Bulan Qamariyah Perspektif Fiqh Siyasah Yusuf Qhardawi” sekaligus mendapatkan kehormatan untuk diterbitkan menjadi buku di UIN Press.

Meski bertubuh kecil, siapa sangka pria kelahiran Bojonegoro, 24 tahun silam ini dapat menyelesaikan jenjang pendidikan S1 nya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hanya dalam jangka waktu 3,5 tahun saja. Terlebih lagi, skripsinya yang berjudul “Otoritas Pemerintah Dalam Penetapan Awal Bulan Qamariyah Perspektif Fiqh Siyasah Yusuf Qhardawi” mendapatkan predikat camlaude dari kampusnya tempat ia belajar. 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes